waktu utama shalat Subuh


  Sebagian orang mengakhirkan shalat subuh hingga menguningnya langit. Dengan alasan dalam hadist,
اسفروا بالفجر فإنه أعظم للأجر
“Hendaknya kerjakanlah shalat fajar ketika menguningnya langit, karena itu pahala yang agung,”. Apakah hadist ini shahih? Dan bagaimana jika dikompromikan dengan hadist,
الصلاة علي وقتها
“Shalatlah pada waktunya,”.

Jaawaban :
            Hadist tersebut shahih, dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan oleh ahlu sunan dengan isnad yang shahih, dari Rofi` bin Khadij r.a, dan itu tidak menyelisihi hadist hadist shahih yang ditujukan kepada Nabi Shallahu alaihi wa Sallam, bahwasanya Nabi shalat subuh ketika fajar shadiq, dan tidak menyelisihi hadist shahih,
الصلاة علي وقتها
“Shalatlah pada waktunya,”.
Hanya sanya maknanya menurut jumhur ahlu ilmi mengakhirkan shalat subuh sampai jelasnya fajar, kemudian dilaksanakan sebelum fajar shadiq hilang sebagaimana sabda Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam  melakukannya kecuali di muzdhalifah karena sesungguhnya sebaik baik takbir dengannya dari terbitnya fajar sebagaimana dilakukan Nabi ketika haji wada`
            Dengan demikian terkumpulah hadist hadist shahih oleh Nabi Shallahu alaihi wa Sallam terkait pelaksanaan shalat subuh ini semua menunjukkan ruang lingkup mana yang lebih utama.
            Dan dibolehkannya mengakhirkan shalat subuh sampai akhir waktu sebelum terbit matahari berdasarkan sabda Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam,
وقت الفجر من طلوع الفجر مالم تطلع الشمس.
“Waktu shalat subuh selama matahari belum terbit,”diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya dari Abdullah bin Amru bin Al Ash r.a.

Wallahu A`lam
Share on Google Plus

About haqqul muslim

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 Comments :

Posting Komentar